Quantum Learning

Quantum Learning “memungkinkan belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi dengan kegembiraan”. Cara ini menyatukan unsur-unsur yang secara sekilas tampak tidak memiliki persamaan : hiburan, permainan, warna, cara berpikir positif, kebugaran fisik, dan kesehatan emosional. Semua unsur ini bekerja sama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang efektif. Langkah-langkah yang dilakukan dalam Quantum Learning

  1. Selama ini kita belajar dalam suasana yang menegangkan, sehingga hasilnya sangat minimal Belajar harusnya dengan suasana relaks dan menyenangkan.
  2. Rasa ingin tahu adalah modal yang diberikan Tuhan kepada manusia sebagai modal untuk belajar
  3. Umpan balik negatif menyebabkan belajar sebagai pengalaman tidak menyenangkan.
  4. Jangan berpikir Anda akan gagal jika ingin berhasil.
  5. Ciptakan lingkungan belajar yang mengesankan. Suasana tempat belajar akan mempengaruhi kemampuan belajar anda karena itu ciptakan lingkungan belajar yang nyaman
  6. Ciptakan Lingkungan Belajar Yang Mengesankan diantaranya; Ciptakan suasana yang nyaman dan santa, Gunakan musik supaya terasa santai, terjaga, dan siap untuk berkonsentrasi, Ciptakan dan sesuaikan suasana hati dengan berbagai jenis musik, Rasa nyaman akan mempertahankan sikap positif, Berinteraksilah dengan lingkungan Anda untuk menjadi pelajar yang lebih baik, iringan musik akan memperkuat daya tahan Anda dalam belajar dan membantu meningkatkan daya konsentrasi Anda.

Relaksasi yang diiringi dengan musik membuat pikiran selalu siap dan mampu berkonsentrasi Musik yang paling membantu adalah musik klasik Barok seperti Bach, Handel, Pachelbel, dan Vivaldi. Tidak menghentak-hentak. Ketukan musik yang seirama dengan detak jantung. Tidak ada hubungan dengan kenangan.

Manfaat Musik

–         Meningkatkan stamina

–         Pada saat otak kiri ( bagian otak yang digunakan untuk berpikir ) sedang bekerja, seperti pada saat mengerjakan tugas atau membaca, musik akan membangkitkan reaksi otak kanan yang intuitif dan kreatif sehingga masukannya dapat dipadukan dengan keseluruhan proses.

–         Otak kanan ini cenderung terganggu pada saat mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas, saat mengerjakan ulangan, atau ketika membaca. Otak kanan inilah yang merupakan penyebab mengapa Anda terkadang melamun dan memperhatikan pemandangan saat berniat berkonsentrasi. Musik akan menyibukkan otak kanan ketika berkonsentrasi, sehingga tidak mengganggu pekerjaan otak kiri.

Laman: 1 2 3

4 responses to this post.

  1. Dengan tehnik Quantum learning kemampuan belajar dan meyerap infomasi lebih baik. Relaksasi pada saat belajar membuat kita meyukai terhadap apa yang kita serap sehingga tidak ada kata bete ataupun suntuk.

    Balas

  2. Dengan tehnik Quantum learning kemampuan belajar dan meyerap infomasi lebih baik. Relaksasi pada saat belajar membuat kita meyukai terhadap apa yang kita serap sehingga tidak ada kata bete ataupun suntuk.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: