PENGELOLAAN MODAL SOSIAL

Sistim pembangunan selama tiga dekade terakhir ini telah memarjinalkan masyarakat lokal dalam batas administratif desa/kecamatan dan kabupaten, sehingga sistim perencanaan dan program pembangunan yang bersifat sentralistik, dari atas ke bawah ( Top down approach), telah mematikan kemandirian masyarakat lokal dalam mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam, manusia dan sosial ekonomi yang seharusnya merupakan hak dari masyarakat tersebut dalam mengelolah dan memanfaatkannya.

Pada tahun 2001 diberlakukan Undang-Undang No. 22/1999  tentang Otonomi Daerah dan Undang-Undang No.25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat Dan Daerah diharapkan pembangunan yang sentralistik berubah menjadi pembangunan yang bersifat “people centre development” yaotu masyarakat mempunyai posisi sentral dalam pembangunan sehingga memiliki kemampuan untuk melaksanakan sendiri berbagai aktifitas pembangunan dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah ada dalam masyarakat itu sendiri (bottom up).

Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1993 mengarahkan bahwa pembangunan kesejahteraan sosial diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat dalam upaya mewujudkan keadilan sosial yang lebih merata bagi seluruh rakyat indonesia. Pembangunan kesejahteraan sosial ditujukan kearah peningkatan; Pemerataan kesejahateraan masyarakat dan peningkatan kemampuan serta kesempatan bagi setiap warga negara untuk turut serta dalam kegiatan pembangunan di berbagai bidang.

Hal tersebut berarti bahwa dalam konteks pembangunan kesejahteraan sosial maka segala potensi dan sumber kesejahteraan sosial harus digali, dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: